RSS

Parangtritis beach

Gemuruh ombak siang itu cukup besar, itu menurutku. Tapi memang selalu demikian ombak yang menyisir pantai di deretan pantai - pantai selatan, bergemuruh memecah belah kesunyian pantai - pantai nan indah dikawasan Jogjakarta.

Ini adalah lanjutan perjalananku setelah menikmati malam di pantai Kuwaru Bantul, pantai yang menjadi tempat singgahku sementara dalam menyusuri keindahan Jogja melepas lelah setelah menikmati keindahan puncak Gunung Merapi sebelum sampailah aku di pantai yang menjadi primadona Jogjakarta, pantai Parangtritis.

Setelah melakukan perjalanan satu setengah jam dari pantai Kuwaru, sampailah aku dan beberapa teman di pantai Parangtritis. Aku menemukan beberapa temanku ini saat aku hendak mendirikan tenda di pinggir pantai Kuwaru, merekalah yang membawaku ke pantai Parangtritis ini. Dengan menggunakan sepeda motor, aku dan kelima teman yang baru aku kenal menyusuri keindahan pantai Jogja. Pantai Depok Parangtritis menjadi awal kami menyusuri keindahan pantai selatan di daerah parangtritis ini, walaupun hanya dari luar kawasan pantai. Kami menyusuri pinggiran pantai dari pantai Depok menuju pantai Parangtritis di sebuah jalan beraspal dengan pepohonan yang rindang disamping kanan kiri jalan. Pantai Depok dengan pantai Parangtritis memang satu deretan, tidak terlalu jauh jarak kedua pantai tersebut, hanya diselingi beberapa pantai terbuka yang beberapa menjadi tempat untuk menikmati desiran ombak pantai selatan.


View tebing di pantai Parangtritis

Sesampainya di pantai Parangtritis, kami mencari tempat berteduh untuk menikmati ikan bakar yang telah dipesan di pantai Kuwaru. Entah apa nama ikan yang kami makan, yang penting enak. Ikan dengan ukuran 2 - 3 ekor satu kilogram, dibakar dengan bumbu kecap yang meresap sampai ke duri - duri. Kami menikmati makan siang itu disebuah jalan dipinggir pantai Parangtritis, dibawah sebuah pohon dengan angin yang semilir dan sengatan matahari yang cukup terik. Makan hanya beralaskan tanah, mengitari sebuah ikan ditengah - tengahnya. Secuil demi secuil kami lepaskan daging - daging ikan itu dari durinya, satu - per satu ikan pun hanya tersisa duri - duri yang cukup tajam.

Menuju tepi pantai

Setelah menikmati sajian ikan bakar yang sangat lezat ditempat yang kami anggap paling istimewa, kami pun beranjak menuju pantai menikmati desiran ombak. Hanya beberapa meter saja untuk menuju bibir pantai Parangtritis dari tempat kami berteduh. Sekalipun ditengah siang dengan matahari yang cukup terik, banyak para pengunjung yang bermain air dan berjemur dipinggir pantai itu. Ada beberapa pengunjung yang sedang berlari - lari, bermain bola dan ada sebagian yang hanya berdiam saja. Tampak dari kejauhan tebing yang menjulang tinggi, memecahkan ombak yang saling bergulung berkejar - kejaran. Pasir yang kecoklatan tersapu terbawa oleh deretan ombak, menghapus setiap jejak yang membekas. 

Menikmati desiran ombak






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar